- Untuk mencapai warna yang sesuai dengan aslinya (natural) Tersedia jenis filter koreksi, seperti filter UV, SL, PL, dan tipe 80, untuk kebutuhan ini.Filter UV dan SL merupakan filter yang paling banyak digunakan fotografer karena dianggap sebagai filter pelindung lensa agar tidak tergores atau terkena debu. Jika fotografer menginginkannya, lensa yang baru dibeli perlu dilengkapi dengan filter ini.Selain itu, filter ini juga memiliki fungsi yang lebih penting dari sekadar penjaga kaca lensa. Fungsi filter UV (ultra violet) adalah untuk menahan cahaya ultra violet yang berlebihan, sedangkan filter SL (shy light) yang,berwarna merah muda sangat tipis dibuat untuk melengkapi pemakaian fotografi warna. Fungsi utamanya adalah menetralkan warna biru langit. Namun, karena sering dianggap kurang efektif, banyak fotografer yang tetap menggunakan filter UV di lensanya. Untuk memperbaiki mutu dan efektivitasnya, filter SL kemudian dimodifikasi menjadi SL (1B) yang dapat lebih banyak menyerap cahaya ultra violet, sedangkan SL yang lama berkode SL (lA).Pemakaian filter UV maupun SL hanya sedikit menahan intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa dan dianggap tidak terlalu berpengaruh karena besarnya hanya sekitar 1/2 stop.
- Untuk memberikan efek tertentu pada gambarDengan menggunakan filter tertentu, perubahan dapat dilakukan untuk mencerahkan gambar atau memekatkan subjek pada gambar. Biasanya, digunakan pada foto-foto piktorial, spesial efek, komersial, atau pemotretan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan disebut dengan filter kreatif. Jenisnya sangat beragam, mulai dari filter warna, filter gradasi (gradual filter), seperti warna cokelat yang berangsurangsur bening, dan filter efek. Filter gradasi dapat digunakan untuk menonjolkan perbedaan warna yang senada. Dalam prakteknya, filter gradasi cenderung digunakan untuk pemotretan di luar ruangan, seperti foto pemandangan atau pemotretan lain yang menggunakan lensa bersudut lebar (wide), misalnya lensa 24 mm-70mm.Filter pelembut (soft) atau yang biasa disebut diffuser merupakan salah satu filter kreatif. Permukaan filter dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengaburkan garis-garis tegas pada subjek, tanpa menghilangkan fokusnya. Filter pelembut dapat memperlembut tampilan wajah seseorang tanpa menghilangkan fokusnya.Filter kreatif lain adalah jenis starcross. Pada permukaan filter, terdapat garis geometris yang dipadukan secara bersilangan dan tersedia dalam beberapa pilihan, mulai dari star 2 (berekor 2) hingga star 8 (berekor 8). Efeknya yang didapatkan berupa ekor-ekor cahaya, akan tampak jika filter ini dihadapkan pada sumber cahaya.Selain itu, masih banyak lagi filter efek lain yang dapat ditemukan di pasaran yang memberikan efek zooming, panning, tilting, kabut, gambar berganda, galaksi, dan sebagainya.
- Untuk mengubah (menaikkan atau menurunkan) suhu warna Hal ini sangat penting dalam fotografi warna. Filter ini biasa disebut filter kompensasi warna.
- Untuk menambah kontras gambarBiasanya, fotografer menggunakan filter berwarna, seperti merah, hijau, kuning, dan jingga untuk pengambilan gambar dengan film monokromatik atau infra merah.Dalam fotografi, filter warna, seperti kuning, jingga, merah, dan hijau, lebih banyak digunakan untuk keperluan foto hitam putih. Fungsinya, untuk mengoreksi atau menaikkan kontras pada gambar. Setiap filter mampu menaikkan warna tertentu.
- Untuk pemotretan dengan cahaya yang terpolarisasiFilter-filter seperti ini biasa disebut filter polarisasi. Ada tiga fungsi utama dari filter ini, yaitu:
- membirukan langit,
- membuang atau membersihkan refleksi yang tidak diinginkan, dan
- memekatkan warna.
Selasa, 30 September 2014
5 alasan diperlukannya filter dalam fotografi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar